Laporan Payakumbuh – Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk melakukan konsolidasi menyeluruh dalam menghadapi tahun 2026. Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya menyatukan langkah dan menyelaraskan kinerja birokrasi daerah dengan Asta Cita, delapan agenda prioritas pembangunan nasional.
Seruan konsolidasi ini disampaikan dalam kegiatan apel dan pertemuan internal jajaran pemerintah daerah yang menjadi momentum awal penguatan komitmen kerja ASN di tahun mendatang.
Konsolidasi ASN Jadi Kunci Hadapi Tantangan 2026
Zulmaeta menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode yang penuh tantangan sekaligus peluang, baik dari sisi pembangunan, pelayanan publik, maupun dinamika kebijakan nasional. Oleh karena itu, konsolidasi ASN dinilai menjadi langkah strategis agar seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu visi dan arah yang sama.
“ASN harus solid, kompak, dan memiliki pemahaman yang sama terhadap arah pembangunan. Konsolidasi ini penting agar kita siap menghadapi tantangan 2026,” ujar Zulmaeta.
Selaraskan Program Daerah dengan Asta Cita
Dalam arahannya, Zulmaeta menekankan pentingnya penyelarasan program dan kegiatan daerah dengan Asta Cita sebagai pedoman pembangunan nasional. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pusat ke dalam program yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kerja selaras dengan semangat Asta Cita, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, dan pelayanan publik.

Baca juga: Harlah ke-53 PPP, DPC PPP Kota Payakumbuh Rayakan dengan Aksi Berbagi Anak Yatim
Dorong ASN Bekerja Profesional dan Berintegritas
Zulmaeta juga mengingatkan seluruh ASN agar terus menjaga profesionalisme, integritas, dan disiplin kerja. Menurutnya, kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh sikap dan kinerja aparatur di lapangan.
Ia menegaskan bahwa ASN tidak hanya dituntut bekerja sesuai aturan, tetapi juga harus mampu berinovasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Birokrasi harus adaptif dan solutif. ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat,” tegasnya.
Penguatan Kinerja OPD dan Kolaborasi Lintas Sektor
Selain konsolidasi internal, Zulmaeta menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program. Ego sektoral dinilai dapat menghambat capaian kinerja, sehingga sinergi dan koordinasi menjadi keharusan.
Ia meminta pimpinan OPD untuk aktif membangun komunikasi, memperkuat kerja tim, serta memastikan target kinerja tercapai secara terukur dan akuntabel.
Fokus pada Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat
Dalam menghadapi 2026, Pemko Payakumbuh juga diarahkan untuk semakin fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Zulmaeta menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program harus berorientasi pada manfaat nyata bagi warga.
Ia berharap ASN mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
Awal Penguatan Komitmen Menuju Payakumbuh Lebih Maju
Ajakan konsolidasi ini menjadi langkah awal Pemko Payakumbuh dalam memperkuat komitmen birokrasi menuju pemerintahan yang efektif dan berdaya saing. Zulmaeta optimistis, dengan kebersamaan dan keselarasan kinerja, Payakumbuh mampu menghadapi 2026 dengan lebih siap dan terarah.
“Kita harus bergerak bersama, satu tujuan, satu komitmen, untuk Payakumbuh yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.





