Laporan Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian 2025 yang digelar di Jakarta, sebuah agenda strategis yang menjadi forum penyelarasan kebijakan manajemen ASN di seluruh Indonesia. Kehadiran kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem kepegawaian dalam menghadapi tantangan pelayanan publik tahun mendatang.
Fokus Rakornas: Transformasi ASN dan Penguatan Digitalisasi
Rakornas Kepegawaian 2025 mengangkat tema besar transformasi manajemen ASN melalui digitalisasi terintegrasi, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi nasional. Dalam forum itu, Pemerintah Pusat menekankan pentingnya:
-
percepatan sistem merit di daerah,
-
optimalisasi pelayanan berbasis digital,
-
penyederhanaan birokrasi,
-
peningkatan kompetensi ASN menghadapi era AI dan big data.
Wali Kota Zulmaeta menyebut Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Payakumbuh untuk memperkuat kualitas aparatur sebagai garda depan pelayanan publik.
“Transformasi ASN adalah kunci meningkatkan kepercayaan masyarakat. Pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan SDM yang adaptif, berintegritas, dan responsif,” ujarnya seusai kegiatan.
Payakumbuh Dorong ASN Lebih Kompetitif
Dalam kesempatan tersebut, Zulmaeta menegaskan komitmen Pemko Payakumbuh untuk terus memperbaiki manajemen kepegawaian melalui berbagai program, antara lain:
-
peningkatan kapasitas melalui pelatihan kompetensi,
-
penyempurnaan sistem penilaian kinerja,
-
penguatan budaya kerja profesional,
-
hingga percepatan penerapan layanan administrasi ASN berbasis digital.
“Kualitas pelayanan publik di Payakumbuh tidak dapat ditingkatkan tanpa ASN yang berkinerja tinggi. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus terus bertransformasi,” katanya.

Baca juga: Amankan Belasan Motor, Satlantas Polres 50 Kota Beri Cokelat kepada Pengendara Tertib
Penguatan Sistem Merit dan Pencegahan Maladministrasi
Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakornas adalah pentingnya konsistensi daerah dalam menerapkan sistem merit, yaitu pengelolaan ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Zulmaeta menilai hal ini sangat relevan untuk memastikan proses mutasi, promosi, dan rekrutmen pegawai berjalan objektif dan bebas intervensi.
“Kita ingin birokrasi Payakumbuh bersih dan akuntabel. Penerapan sistem merit bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi kebutuhan untuk menjaga profesionalisme organisasi,” jelasnya.
Komitmen Payakumbuh Menuju Pelayanan Publik Kelas A
Melalui Rakornas Kepegawaian 2025, Pemkot Payakumbuh menargetkan peningkatan evaluasi pelayanan publik serta mendorong inovasi di setiap perangkat daerah.
Zulmaeta juga mengajak seluruh instansi di Payakumbuh memperkuat integritas dan pelayanan yang lebih cepat, mudah, serta transparan.
“Kepegawaian yang solid dan modern adalah fondasi terwujudnya Payakumbuh sebagai kota dengan pelayanan publik kelas A. Kami ingin masyarakat merasakan langsung perubahan birokrasi yang lebih efektif,” tegasnya.
Harapan ke Depan
Wali Kota Payakumbuh berharap masukan dan rekomendasi dari Rakornas Kepegawaian 2025 dapat segera diimplementasikan di daerah, terutama terkait modernisasi manajemen ASN dan peningkatan kualitas SDM pemerintah daerah.
“Rakornas ini memberi banyak panduan. Kami akan tindak lanjuti di Payakumbuh, karena masa depan pelayanan publik bergantung pada kemampuan ASN untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman,” pungkasnya.





