, ,

Pemprov Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari, Hingga 22 Desember 2025

oleh -104 Dilihat

Laporan Payakumbuh — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan, terhitung mulai 9 hingga 22 Desember 2025. Keputusan ini diambil setelah sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang, longsor, serta cuaca ekstrem belum sepenuhnya pulih.

Gubernur Sumbar menegaskan bahwa perpanjangan status ini diperlukan mengingat masih banyak pekerjaan penanganan yang harus diselesaikan, terutama terkait pembukaan akses jalan, pemulihan infrastruktur dasar, serta penanganan warga yang masih mengungsi.

Ribuan Warga Terdampak, Infrastruktur Banyak Rusak

Berdasarkan laporan BPBD Sumbar, bencana cuaca ekstrem yang melanda sejak akhir November telah menyebabkan ribuan warga mengungsi di sejumlah kabupaten, termasuk Agam, Tanah Datar, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan.

Sejumlah fasilitas rusak, di antaranya:

  • Jalan provinsi yang tertutup longsor

  • Jembatan rusak akibat terseret material banjir

  • Puluhan rumah hanyut atau rusak berat

  • Lahan pertanian terendam air

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan proses pembersihan material longsor serta evakuasi warga di beberapa titik yang sulit dijangkau.

Fokus Penanganan: Akses, Logistik, dan Pemulihan Dasar

Dalam masa perpanjangan tanggap darurat ini, Pemprov Sumbar menetapkan tiga prioritas utama:

1. Pembukaan kembali akses transportasi

Sejumlah rute penting antar kabupaten masih tertutup material lumpur dan pohon tumbang. Alat berat dikerahkan secara bergantian untuk mempercepat pembersihan.

2. Pemenuhan kebutuhan logistik

Pemprov memastikan bantuan seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan terus disalurkan ke posko pengungsian.

3. Pemulihan layanan dasar

Tim gabungan bekerja memperbaiki jaringan listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi yang sempat terputus di beberapa daerah terdampak.

Status Tanggap Darurat
Status Tanggap Darurat

Baca juga: Perkuat Smart City, Pemko Payakumbuh Hadirkan BIG DATA Berbasis Geospasial

Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat

Pemerintah Provinsi Sumbar terus berkoordinasi dengan BNPB, Kementerian PUPR, TNI-Polri, dan berbagai lembaga terkait untuk mempercepat penanganan bencana. BNPB dikabarkan siap memperkuat bantuan logistik dan operasional untuk mempercepat pemulihan.

Kementerian PUPR juga mengirimkan tambahan armada alat berat untuk membuka jalan-jalan yang masih tertutup longsor dan memperbaiki jembatan darurat.

Dukungan untuk Warga Pengungsi

Jumlah pengungsi masih fluktuatif seiring perubahan kondisi cuaca. Pemprov menekankan bahwa kesehatan dan keselamatan warga di posko tetap menjadi prioritas.

Dinas Kesehatan telah menerjunkan tim medis untuk mencegah penyakit yang berpotensi muncul di lokasi pengungsian, seperti ISPA, diare, atau penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap.

Petugas psikososial juga dikerahkan untuk membantu warga, terutama anak-anak, agar tetap mendapat pendampingan selama masa krisis.

Peringatan Cuaca Ekstrem Masih Berlaku

BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi hingga akhir Desember, terutama di wilayah pegunungan. Pemprov mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di lereng bukit, bantaran sungai, atau daerah rawan banjir.

“Semua warga diharapkan mengikuti arahan pemerintah dan segera mengungsi jika kondisi memburuk,” tegas BPBD Sumbar.

Komitmen Pemerintah Pulihkan Kondisi Pascabencana

Dengan diperpanjangnya status tanggap darurat, Pemprov Sumbar berharap semua proses penyelamatan, pembersihan, dan pemulihan dapat berjalan optimal sebelum memasuki tahap transisi menuju pemulihan jangka menengah.

“Pemprov akan memastikan seluruh sumber daya dikerahkan agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujar pihak pemerintah provinsi.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.