Laporan Payakumbuh — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menunjukkan komitmen kuat dalam membenahi sektor olahraga. Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) yang secara khusus melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI guna memastikan arah pembinaan olahraga di Payakumbuh lebih terukur, modern, dan berkelanjutan.
Penyusunan DOD Sebagai Langkah Strategis
Penyusunan DOD menjadi bagian penting dalam menata kembali sistem keolahragaan di Payakumbuh. Dokumen ini berfungsi sebagai peta jalan pembangunan olahraga di daerah—mulai dari pembinaan atlet, pembenahan sarana prasarana, hingga sistem kompetisi dan tata kelola organisasi keolahragaan.
Pemko menyadari bahwa Payakumbuh memiliki potensi besar di berbagai cabang olahraga, namun belum sepenuhnya termaksimalkan. Melalui DOD, potensi tersebut diharapkan dapat dipetakan lebih presisi berdasarkan data, analisis kebutuhan, serta karakteristik daerah.
Kemenpora RI Beri Pendampingan Teknis
Dalam proses penyusunannya, Kemenpora RI tidak hanya hadir sebagai lembaga pembina, tetapi juga memberikan pendampingan teknis. Kehadiran kementerian dinilai sangat penting karena dapat memastikan DOD Payakumbuh tersusun sesuai standar nasional dan selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Perwakilan Kemenpora RI menegaskan dukungannya terhadap inisiatif Pemko Payakumbuh, terutama dalam mencetak atlet muda potensial yang kelak mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: Wali Kota Zulmaeta Kukuhkan Pengurus IKAB 2025–2030, Bersama Membangun Payakumbuh
Penguatan Pembinaan Atlet dan Fasilitas Olahraga
Wali Kota Payakumbuh menyampaikan bahwa pembenahan sektor olahraga tidak hanya bergantung pada event kompetisi, tetapi juga pada pembinaan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya keberadaan:
-
pusat latihan yang layak,
-
pelatih bersertifikasi,
-
sistem talent scouting,
-
dukungan organisasi keolahragaan, serta
-
fasilitas olahraga yang modern.
Melalui DOD, seluruh aspek tersebut akan disusun secara bertahap dan sistematis, termasuk mengidentifikasi cabang olahraga unggulan yang akan menjadi prioritas pengembangan.
Sinergi dengan Stakeholder dan Komunitas Olahraga
Proses penyusunan DOD juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari KONI, cabang-cabang olahraga (cabor), akademisi, hingga komunitas olahraga lokal. Pemko menilai bahwa pembangunan olahraga tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan sinergi.
Dengan melibatkan banyak pihak, dokumen DOD diharapkan akan lebih representatif serta mampu menjawab kebutuhan nyata lapangan—mulai dari atlet tingkat pelajar hingga atlet profesional.
Harapan Mencetak Prestasi dan Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Selain fokus pada prestasi, Pemko Payakumbuh menekankan bahwa pembangunan olahraga juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga. Dengan demikian, selain mencetak atlet unggul, kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat juga dapat meningkat.
Wali Kota optimistis bahwa dengan DOD yang terpadu dan realistis, Payakumbuh dapat kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.
Langkah Nyata Menuju Payakumbuh Kota Olahraga
Upaya menyusun DOD bersama Kemenpora RI menjadi tonggak awal bagi Pemko Payakumbuh dalam menata sektor olahraga secara serius. Dengan perencanaan jangka panjang yang jelas, target pembinaan yang kuat, serta dukungan lembaga pusat, Payakumbuh berharap menjadi salah satu daerah dengan ekosistem olahraga terbaik di Sumatra Barat.





