Pemko Payakumbuh Luncurkan Gerakan “Sekolah Lawan Sampah” untuk Wujudkan Zero Waste di Seluruh Pendidikan
Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh meluncurkan gerakan “Sekolah Lawan Sampah” sebagai bagian dari program Payakumbuh Zero Waste 2025. Seluruh sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA diwajibkan menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu mulai tahun ajaran baru ini.
3 Pilar Utama Gerakan
♻️ 1. Edukasi Pengurangan Sampah
-
Kurikulum khusus 2 jam/minggu tentang pengelolaan sampah
-
Duta Sampah di setiap kelas
-
Kompetensi antarsekolah pengurangan timbulan sampah
🏆 2. Infrastruktur Pendukung
-
Bank sampah digital di 45 sekolah
-
Tempat sampah 4 kategori (organik, anorganik, B3, residu)
-
Biophori dan komposter di setiap kantin
🌱 3. Aksi Nyata
-
“Hari Bebas Plastik” setiap Rabu
-
Pabrik daur ulang mini di 10 sekolah percontohan
-
Pasar sampah bulanan hasil kreasi siswa

Baca juga: Warga Binaan Lapas Tanjung Pati Ikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan Tahun Ajaran 2024/2025.
Target yang Dicanangkan
📉 Pengurangan 50% sampah sekolah per Oktober 2024
💰 Pendapatan Rp 15-20 juta/bulan dari bank sampah gabungan
🌳 100% sekolah bebas sampah plastik sekali pakai di 2025
Dukungan Pemko
✔ Bantuan peralatan senilai Rp 2,8 miliar
✔ Pelatihan guru oleh DLH dan akademisi
✔ Insentif bagi sekolah berprestasi
Sekolah Percontohan
-
SDN 10 Payakumbuh: Sudah kurangi 80% sampah
-
SMPN 3: Bank sampah teraktif (3 ton/bulan)
-
SMAN 2: Inovasi ecobrick dari kemasan makanan
Respons Positif
“Anak-anak justru jadi lebih kreatif. Sampah botol dirubah jadi pot tanaman dan media pembelajaran,” ujar Dewi Sartika, Guru SDN 5.
Imbauan untuk Orang Tua
-
Bawakan bekal pakai wadah reusable
-
Dukung proyek daur ulang siswa
-
Ikuti workshop parenting pengelolaan sampah
Pantau perkembangan gerakan via TikTok @DLHPayakumbuh! ♻️ #SekolahLawanSampah
(Program didukung oleh Kementerian LHK dan UNICEF)





