Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) menggelar kegiatan pelatihan adat yang diikuti oleh puluhan niniak mamak dari berbagai nagari. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas niniak mamak dalam menjalankan peran mereka sebagai tokoh adat sekaligus penopang pembangunan di daerah.
Niniak Mamak sebagai Pilar Sosial dan Budaya
Dalam masyarakat Minangkabau, niniak mamak memiliki posisi penting sebagai pengayom kaum, penjaga nilai adat, dan penengah dalam berbagai persoalan. Namun, tantangan zaman modern menuntut peran mereka semakin adaptif, tidak hanya dalam hal adat, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketua LKAAM Payakumbuh menegaskan, pelatihan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas niniak mamak dalam menjawab dinamika sosial.
“Peran niniak mamak bukan hanya menjaga pusako dan adat, tetapi juga menjadi penyeimbang dalam pembangunan. Dengan pemahaman yang baik, niniak mamak bisa membantu pemerintah menyosialisasikan program, menjaga kerukunan, dan memperkuat identitas budaya,” ujarnya.
Materi Pelatihan: Dari Adat hingga Pembangunan
Pelatihan adat kali ini tidak hanya membahas tata cara adat dan penyelesaian sengketa, tetapi juga memuat materi tentang peran tokoh adat dalam pembangunan. Beberapa narasumber dari pemerintah daerah dan akademisi hadir untuk memberikan perspektif baru.
Materi yang diberikan antara lain:
-
Penguatan nilai-nilai adat Minangkabau di era globalisasi.
-
Peran niniak mamak dalam menjaga kerukunan sosial.
-
Keterlibatan tokoh adat dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Baca juga: Satu Nagari Satu Event, Payakumbuh Dorong Pelestarian Adat dan Budaya Minangkabau
Sinergi Pemerintah dan Tokoh Adat
Wali Kota Payakumbuh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan para tokoh masyarakat, termasuk niniak mamak.
“Pemerintah sangat terbantu jika niniak mamak aktif mendukung program pembangunan. Misalnya dalam menjaga anak kemenakan agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif, atau ikut mendorong lahirnya generasi yang berpendidikan tinggi,” ungkapnya.
Harapan dan Tindak Lanjut
Para peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini. Mereka berharap pelatihan tidak berhenti di sini, melainkan menjadi program berkelanjutan agar peran adat semakin selaras dengan pembangunan.
Salah seorang niniak mamak menyatakan, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana adat dapat berperan dalam isu-isu kontemporer. “Kami akan terus berupaya menjaga marwah adat, sekaligus mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Penutup
Pelatihan adat yang digelar di Payakumbuh ini menjadi momentum penting untuk menguatkan sinergi antara nilai-nilai kearifan lokal dengan agenda pembangunan daerah. Dengan peran aktif niniak mamak, diharapkan pembangunan Payakumbuh tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga tetap berakar pada nilai budaya dan tradisi Minangkabau.





