Laporan Payakumbuh — Tim medis Pemerintah Kota Payakumbuh bergerak cepat memberikan layanan kesehatan bagi ratusan warga terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Meski akses menuju lokasi terdampak terputus akibat longsor dan banjir bandang, tim kesehatan tetap menembus area tersebut demi memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.
Akses Sulit, Tim Medis Harus Jalan Kaki Hingga Beberapa Kilometer
Bencana yang melanda wilayah Tanjung Raya menyebabkan sejumlah ruas jalan tertimbun material lumpur dan batu. Ambulans dan kendaraan roda empat lainnya tidak dapat menembus lokasi, sehingga tim medis terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan medis dasar.
“Kami harus berjalan hampir dua kilometer sambil memanggul obat-obatan dan perlengkapan pertolongan. Tapi ini sudah menjadi tugas kami, warga harus tetap mendapatkan layanan kesehatan,” ujar salah seorang tenaga medis.
Meski menghadapi rintangan berat, tim tetap konsisten memberikan pelayanan di titik-titik pengungsian.
Ratusan Warga Mendapat Layanan Kesehatan Gratis
Setibanya di lokasi, tim medis langsung membuka pos kesehatan darurat. Ratusan warga yang terdampak bencana mendapatkan pemeriksaan kesehatan, layanan pengobatan, dan penyuluhan kesehatan lingkungan.
Keluhan kesehatan terbanyak meliputi infeksi saluran pernapasan (ISPA), luka ringan, gangguan pencernaan, serta kelelahan akibat situasi darurat. Tim juga memberikan vitamin untuk anak-anak dan lansia.
Selain itu, layanan pemeriksaan tekanan darah dan konseling trauma dilakukan untuk membantu warga yang mengalami shock akibat bencana.

Baca juga: Tagana Payakumbuh Tempuh Medan Berat Antarkan Bantuan ke Warga Terisolir di Subarang Aia
Kekurangan Air Bersih Jadi Tantangan Serius
Salah satu persoalan paling krusial yang dihadapi warga adalah minimnya akses air bersih. Banyak sumber air tercemar lumpur, sehingga meningkatkan risiko penyakit kulit dan diare.
Tim medis memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih, termasuk penggunaan air matang, cara menjaga sanitasi darurat, hingga rekomendasi penggunaan tablet penjernih.
“Kami khawatirkan penyakit menular berbasis air, apalagi banyak anak-anak yang mulai terkena gatal-gatal,” ujar perawat senior dalam tim medis tersebut.
Pemkot Payakumbuh Pastikan Bantuan Berlanjut
Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan misi kemanusiaan ini tidak berhenti hanya pada kunjungan pertama. Tim medis akan dikirim secara bergiliran untuk memastikan kebutuhan kesehatan warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Selain itu, koordinasi dengan Pemkab Agam dan BPBD terus diperkuat untuk mempercepat penanganan infrastruktur dasar yang terdampak bencana, terutama jalan akses dan jaringan air bersih.
Pemkot juga menyiapkan bantuan tambahan berupa logistik, selimut, obat-obatan lanjutan, serta kebutuhan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Warga Apresiasi Kehadiran Tim Medis
Kehadiran tim kesehatan dari Payakumbuh disambut hangat oleh warga Tanjung Raya. Banyak warga mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan penanganan medis.
“Perjalanan mereka sangat berat, tapi mereka tetap datang menolong kami. Kami sangat berterima kasih,” ungkap seorang warga pengungsi.
Komitmen Kemanusiaan Tanpa Batas Wilayah
Langkah Pemkot Payakumbuh mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan kepedulian lintas daerah. Pemerintah menegaskan bahwa kerja kemanusiaan tidak mengenal batas administrasi.
“Kami hadir bukan untuk menunjukkan siapa kami, tapi untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang pantas. Kemanusiaan adalah prioritas,” ujar salah satu pejabat kesehatan yang memimpin tim.





